MEMORI KOLEKTIF SUKU TOHU DAN SUKU TANGANANG: ANALISIS MEMORI KOLEKTIF SUKU TOHU DAN SUKU TANGANANG BERDASARKAN TEORI HALBWACHS

Penulis

  • Yulite Mariska Dima Universitas Kristen Duta Wacana

DOI:

https://doi.org/10.52960/a.v6i1.863

Kata Kunci:

Memori Kolektif, Halbwachs, Konflik Antar Suku, Suku Tohu, Suku Tanganang, Rekonsiliasi, Marapu, Gereja Kristen Sumba

Abstrak

Abstrak
Konflik antara Suku Tohu dan Suku Tanganang berawal dari pembunuhan Katonga Retang, seorang pekabar Injil yang ditugaskan oleh Kolonial Belanda untuk mengabarkan Injil ke suku – suku asli Sumba/Marapu termasuk di dalamnya suku Tanganang. Peristiwa ini memunculkan permusuhan yang bertahan hampir satu abad dan diwariskan melalui larangan adat yang mengatur hubungan kedua suku. Studi ini menganalisis bagaimana memori kolektif tentang peristiwa tersebut dibentuk, disimpan, dan di reproduksi oleh kedua suku hingga akhirnya menjadi dasar rekonsiliasi pada tahun 2024. Dengan menggunakan teori Maurice Halbwachs, penelitian ini menunjukkan bahwa memori kolektif kedua suku bersifat bersifat selektif, terstruktur, dan bergantung pada kerangka sosial yang membentuk identitas sosial mereka. Temuan menunjukkan bahwa memori kolektif tidak hanya selalu identik dengan sejarah objektif, karena narasi yang diwariskan lebih menekankan aspek emosional, simbolik, dan identitas kelompok dibandingkan fakta faktual peristiwa. Proses rekonsiliasi dimungkinkan melalui rekonstruksi memori yang inisiasi oleh peran Badan Pelaksana Majelis Sinode Gereja Kristen Sumba (BPMS GKS), membuka ruang bagi reinterpretasi sejarah bersama dan pergeseran identitas sosial dari permusuhan menuju perdamaian. Studi ini menegaskan bahwa memori kolektif dapat menjadi sumber konflik sekaligus sumber penyembuhan, tergantung bagaimana kelompok sosial menata kembali narasi dalam bingkai identitas dan relasi sosial.

Referensi

Akbar, Puja Nuryamin, dan Abdurahman. ”Memori Kolektif Peristiwa Heroik Bojongkokosan dalam Museum Palagan Perjuangan 1945 Bojongkokosan (1992-2023), HISTORIA: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah 7,no 2 (2023) https://ejournal.upi.edu/index.php/historia/article/view/70748/29915#

Assmann, Jan. Cultural Memory and Early Civilzation; Writing, Rememberance, and Political Imagination, Cambridge; Cambridge University Press, 2020

Coser, Lewis A., ed. On Collective Memory. By Maurice Halbwachs Chicago: Uversity of Chicago Press, 1992.

Devine- Wright, Patrick. Sosial Memory and Ethnic Conflicct, “Dalam Memory, Identity and Pleace, 112-115. London : Routledge, 2009.

Halbwachs, Maurice. The Collective Memory. Translated by Francis. J Ditter Jr. and Vida Yazdi Ditter. New York: Harper & Row, 1980.

________________. On Collective Memory. Edited by Lewis A. Coser. Chicago : University of Chicago Press, 1992

________________, The Reconstruction of the Past. “Dalam The Collective Memory Reader, edited by Jeffrey K.Olick, Vekick, Vared Vinitzky-Seroussi, dan Daniel Levy. Oxford:Oxford University Press, 2011

Joelismansyah. Memori Kolektif GAM dan Implikasinya terhadap relasi Etnis Aceh-Jawa di kota Banda Aceh. Tesis, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2021

Lederach, John Paul. The Moral Imagination: The Art and Soul of Building Peace. Oxford:Oxford University Press, 2025

Moleong, Lexy J. metodelogi Peneltian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya,1989

Sugiyono. Metode Penelitian Kualitatif: Untuk Penelitian yang bersifat Eksploratif, Interpretif, Interaktif, dan Konstruksi. Bandung: Alfabeta, 2021

Volf, Miroslav. The End of Memory: Remembering Rightly in a Violent World. Grand Rapids, MI: Eerdmans,2019

Watimena, Reza A.A. “Mengurai Ingatan Kolektif bersama Maurichs, Jan Assmann, dan Aleida Assmann. ”Jurnal Filsafat 16 (2016)

Sumber Wawancara

Djawu, Anderias L. Wawancara oleh Penulis. Tanganang, 30 Mei 2024

Lomi, Marlin Wawancara Oleh Penulis. Payeti 7 Juni 2024

Bunga, Ana. Wawancara oleh Penulis. Lambanapu 7 Juni 2024

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-06-09

Terbitan

Bagian

Artikel