Pembenaran Menurut Pemikiran Reformasi dan Konsili Trente serta Implikasinya Bagi Kekristenan Modern

Penulis

  • Karlitu Dias Markes STT Injili Setia Siau
  • Steven Tubagus Sekolah Tinggi Teologi Injili Setia Siau
  • Enggar Objantoro Sekolah Tinggi Teologi Simpson

DOI:

https://doi.org/10.52960/a.v5i1.418

Kata Kunci:

Justification, Reformation, Council of Trent

Abstrak

 Penelitian ini mengkaji salah satu isu teologi yang dianggap sebagai isu sentral dalam kajian teologi Kristen yakni Pembenaran (Justification). Pokok utama kajian pembenaran dalam penelitian ini diarahkan kepada perdebatan antara pemikiran tokoh-tokoh reformasi khususnya Marthin Luther dengan keputusan-keputusan konsili Trente mengenai isu pembenaran oleh iman. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kualitatif dengan melakukan literatur review terhadap beberapa karya ilmiah baik buku maupun artikel yang topik kajiannya berkaitan dengan pokok-pokok kajian teologis yakni pembenaran oleh iman menurut konsili Trente dan pemikiran Reformasi Protestan. Hasil temuan dari penelitian ini ialah pada hakekatnya kedua pendapat sama-sama memiliki titik berangkat yang sama tentang konsep pembenaran sebagai Anugrah Allah, namun perbedaan mendasarnya ialah pemikiran Luther sebagai reformator hendak melepaskan konsep pembenaran sebagai anugerah Allah yang berdaulat dari semua intervensi manusia melalui jasa ataupun perbuatan baik. Sementara konsili Trente memutuskan dalam Dekritnya bahwa tidak mungkin memisahkan antara pembenaran oleh anugrah kasih karunia Allah dengan perbuatan baik

Referensi

Brill, J. W. (1998). Dasar Yang Teguh. Yayasan Kalam Hidup.

Budiman, K. S. (2006). Aquinas, Konsili Trent, dan Luther Tentang Pembenaran oleh Iman?: Sebuah Isu tentang Kontinuitas dan Diskontinuitas. Veritas: Jurnal Teologi Dan Pelayanan, 7(2), 165–198. https://doi.org/10.36421/veritas.v7i2.182

Enns, P. (n.d.). The Moody HandBook Of Theology: Buku PeganganTeologi 2. Literatur SAAT.

Enns, P. (2006). The Moody HandBook of Theology. Literatur SAAT.

Frederich Copleston. (2021). Filsafat Santo Thomas Aquinos. BASABASI.

H. Berkhof & I. H. Engklaar. (1999). Sejarah Gereja. BPK Gunung Mulia.

Hadiwijono, H. (2007). Iman Kristen. BPK Gunung Mulia.

Lane, A. N. S. (2018). Justification by faith. Religious Studies, 54(4), 527–547. https://doi.org/10.1017/S0034412517000348

Louis Berkhof. (2014). Teologi Sistematika: Doktrin Keselamatan. Momentum.

Lumintang, S. I. (2017a). Teologi Reformasi Gereja Abad XXI: Gereja Menjadi Serupa dengan Dunia. Geneva Insani Indonesia.

Lumintang, S. I. (2017b). Theologia Reformasi Gereja Abad XXI. Geneva Insani Indonesia.

MacGrath, A. E. (2006). Sejarah Pemikiran Reformasi.

P. Sahardjo, H. (2021). Hidup Kudus. TE DEUM (Jurnal Teologi Dan Pengembangan Pelayanan), 6(2), 201–230. https://doi.org/10.51828/td.v6i2.56

R. Soedarmo. (2006). Ikhtisar Dogmatika. BPK Gunung Mulia.

Stettler, H. (2015). Did Paul invent justification by faith? Tyndale Bulletin, 66(2), 161–196. https://doi.org/10.53751/001c.29395

Tong., S. (2021). Iman, Pengharapan dan Kasih. Momentum Christian Literatur.

Urban, L. (2006). Sejarah Ringkas Pemikiran Kristen. BPK Gunung Mulia.

Yahya, P. W. (2014). Pembenaran melalui Kesatuan dengan Kristus?: Sebuah Tinjauan atas Doktrin Imputasi. Veritas: Jurnal Teologi Dan Pelayanan, 15(2), 219–252. https://doi.org/10.36421/veritas.v15i2.296

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-05-28

Terbitan

Bagian

Artikel