Makna Pengampunan dalam Ritus Naketi pada Masyarakat Amanuban Timur dan Relevansinya terhadap Nilai-nilai Kristiani
DOI:
https://doi.org/10.52960/a.v4i1.281Kata Kunci:
Ritus, Naketi, PengampunanAbstrak
Pengampunan merupakan kewajiban yang harus dilakukan dalam ritus naketi di Amanuban Timur. Namun pemaknaan pengampunan dalam ritus naketi belum dilaksanakan secara maksimal sehingga masyarakat belum memahami dengan benar apa yang seharusnya dilakukan dalam memberikan pengampunan dan memaknai pengampunan sesuai dengan kehendak Allah. Oleh karena itu, dalam penulisan ini akan dikemukakan makna pengampunan dalam ritus naketi di Amanuban Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data adalah dengan cara observasi, wawancara serta domunetasi dan dokumen-dokumen. Hasil penulisan ditemukan bahwa tujuan utama dari ritus naketi adalah untuk merefleksikan diri, memperbaiki kesalahan yang dilakukan dan memperdamaikan diri dengan sesama maupun Tuhan sebagai bentuk pemulihan relasi. Pemaknaan pengampunan dalam ritus nakekti harus ditandai dengan adanya perdamaian dalam diri sendiri, sesama dan Tuhan sebagai pencipta. Mengampuni berarti merefleksikan diri atas kesalahan yang dilakukan, memaafkan kesalahan yang dilakukan tanpa adanya kepahitan dalam diri dan mampu mengaplikasikan pengampunan yang diberikan oleh Yesus Kristus sebagai bentuk ucapan syukur atas anugerah yang diterima tanpa menuntut balasan.
Referensi
Banawiratma, J. B. (2019). Emanuel Gerrit Singgih: Teolog Kontekstual. In Teks dan Konteks: Berteologi Lintas Budaya. BPK Gunung Mulia.
Bash Anthony. (2007). Forgiveness and Christian Ethics. United States of America. Cambridge University Press,.
Benu, W. J. (2022). Makna Naketi Dalam Pandangan Masyarakat Dawan: Kajian Berperspektif Pastoral. Paradigma Jurnal Kajian Budaya, 12(1), 45–54. https://doi.org/10.17510/paradigma.v12i1.593
Bevans, S. B. (2002). Model-Model Teologi Kontekstual. Ledalero.
Creswell, J. W. (2007). Qualitative, Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (Second). Sage Publications, Inc.
Donald Guthrie. (1981). New Testament Theology. Inter Varsity Press.
Gregor., N. (2020). Sketsa Dasar Mengenal Manusia Dan Masyarakat. Buku Kompas.
Haba, Y. D. H. (2023). Injil dan Jingitiu: Menelusuri Jejak Kekristenan dan Perjumpaannya dengan Kepercayaan Jingitiu di Pulau Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur-Indonesia. BPK Gunung Mulia.
KBBI. (2021). Kamus Besar Bahasa Indonesia (Kelima (ed.)). Departemen Pendidikan Nasional.
Knight George, C. C. (2009). Filsafat Pendidikan: Sebuah Pendahuluan Dari Perspektif Kristen. Universitas Pelita Harapan.
Pytai., O. (2020). Praktir Ritus Naketi (Pengakuan Dosa), di GMIT Pniel Oebaki, Kec. Noebeba, Kab. TTS, Sebagai Wacana Pengembangan Pendidikan PAK masa Kini. 3.
Reinhard Florentino Sirait, Hanna Dewi Aritonang, dan I. S. (2023). Kesalehan Ayub Dalam Kitab Ayub 2:1-13 Dan Refleksinya Bagi Orang Kristen Masa Kini. Jurnal Pendidikan Agama Katekese Dan Pastoral (Lumen), 2. https://doi.org/https://doi.org/10.55606/lumen.v2i2.221
Rommen, D. J. H. dan E. (2019). Kontekstualisasi: Makna, Metode, dan Model. BPK Gunung Mulia.
Ross, K. R., Keum, J., Avtzi, K., & Hewitt, R. R. (2016). Ecumenical Missiology: Changing Landscapes and New Conceptions of Mission. Regnum; World Council of Churches.
Ruku, F. W. (2017). Fenomena kutuk dan berkat. Duta Wacana.
Sairoen, W. (2018). Memberitakan Injil di Tengah Masyarakat Majemuk: Tiga Dokumen Kontemporer Gerejawi (W. Sairoen (ed.)). BPK Gunung Mulia.
Sakan, E. (2015). NAKETI: Tinjauan Kritis Terhadap Relasi Yang Tercipta Dalam Praktek Naketi Atoni Pah Meto Di GMIT Maranatha Soe. Universitas Kristen Duta Wacana.
Sinaga, M. L. (2019). Masyarakat Adat dan Bahasa/Teologi Baru Kristiani: Menuju Teologi Inkultural Nusantara (J. M. I. Sormin (ed.)). BPK Gunung Mulia; PGI.
Singgih, E. G. (2018). Korban dan Pendamaian: Studi Lintas Ilmu, Lintas Budaya, dan Lintas Agama Mengenai Upaya Manusia Menghadapi Tantangan terhadap Kehidupan di Luar Kendalinya. BPK Gunung Mulia.
Talita Tlonaen, Lanny I.D. Koroh, dan E. T. (2022). Budaya Naketi Uab Atoin Meto: Pemulihan Relasi Komunikasi Di Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia, 3(1). https://doi.org/https://journal.sttsimpson.ac.id/index.php/JTKI
Yewangoe, A. A. (2017). Hidup dari Pengharapan: Mempertanggungjawabkan Pengharapan di Tengah Masyarakat Majemuk Indonesia. BPK Gunung Mulia.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Talita Tlonaen, Maya Djawa

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Apostolos: Journal Theology and Christian Education is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License















