Studi Reflektif Belas Kasihan Yesus Terhadap Perempuan Berdosa Dalam Teks Lukas 7:36-50

Penulis

  • Sostenis Nggebu STT Saint Paul Bandung
  • Victor Kansil Sekolah Tinggi Teologi Saint Paul Bandung
  • Jackson Magal Sekolah Tinggi Teologi Saint Paul Bandung
  • Doules Palmarya Nggebu Alumni Harapan Bangsa Business School Bandung

DOI:

https://doi.org/10.52960/a.v3i2.224

Kata Kunci:

Belas kasihan; pengampunan dosa; perempuan berdosa; Yesus

Abstrak

Problem artikel ini membahas pentingnya belas kasih Yesus terhadap orang berdosa. Belas kasihan itu diwujudkan-Nya dengan mengampuni para pendosa agar mereka diperdamaikan kembali dengan Allah, sebagaimana yang dialami oleh perempuan berdosa dalam Lukas 7:36-50. Kehadiran Yesus yang melimpah dengan belas kasih Allah terhadap orang berdosa guna memulihkan citra diri mereka. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah studi teks. Hasilnya, menunjukkan bahwa Yesus digerakkan oleh belas kasihan Allah dalam mengampuni perempuan berdosa. Maka statusnya telah diubahkan; memiliki damai dalam hatinya dan memperolah harga diri yang baru sebagai anak-anak-Nya yang mewarisi Kerajaan Allah. Kesimpulannya, atas anugerah dan belas kasihan-Nya, Yesus berkenan mengampuni orang berdosa yang beriman kepada-Nya.

.

Referensi

Allen, J. L. (2016). Jesus, the Friends of Sinners (Luke 7:36-50). In Lipscomb University.

Astuti, T. E. (2021). Keilahian Yesus dalam Injil Markus. Pistis; Jurnal Teologi Terapan, 1(1), 47–56.

Bangun, J., & Harefa, J. (2020). Sola Gratia Melihat dari Status Manusia di Hadapan Allah, Karya Penebusan Kristus, dan Anugerah yang Mendahului Keselamatan. SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora Dan Kebudayaan, 13(2), 115–126. https://doi.org/10.36588/sundermann.v13i2.45

Barus, R. B., & Astuti, S. (2021). Tinjauan Teologis Terhadap Pelayanan Perempuan Dalam Lukas 8?: 1-3. Journal Shema: Jurnal Teologi & Pendidikan Agama Kristen, 1(1), 1–3.

Boaheng, I., & Korankye, J. (2022). Soteriology as Empowerment in the Gospel of Luke: Implications for Ghanaian Christianity. International Journal of Social Science Research and Review, 5(12), 89–97.

Boyd, R. (1996). World’s Bible Handbook: A Guided Tour of The Bible. World Bible Publishing.

Brown, R. E. (1997). An Introductin to the New Testament. Bantam Doubleday Dell Publishing Group, Inc.

Gandaputra, E. (2021). Memikirkan Ulang Aplikasi Penginjilan Pribadi Pada Masa New Normal. Saint Paul’S Review, 1(1), 29–45. https://doi.org/10.56194/spr.v1i1.4

Gundry, R. H. (2012). A Survey of the New Testament. Zondervan.

Heath, W. S. (2016a). Hidup Sesuai Panggilan Yesus. Biji Sesawi.

Heath, W. S. (2016b). Stres, Depresi dan Kematian (S. Nggebu (ed.)). Biji Sesawi.

Hia, M. (2022). Kajian Eksegetikal Konsep Pengampunan dan Kasih di dalam Perumpamaan Dua Orang yang Berhutang berdasarkan Lukas 7:40-43. Jurnal Salvation, 3(1), 22–36. https://doi.org/10.56175/salvation.v3i1.48

Kalew, G. M., Mokalu, V. R., & Sopacoly, M. M. (2022). PAK yang Responsif dan Antisipatif Terhadap Kejahatan Seksual Online Pada Remaja. Jurnal Teologi Berita Hidup, 5(1), 231–254.

Marshall, I. H. (2015). Lukas. In Tafsiran Alkitab Masa Kini 3 Matius-Wahyu. Gunung Mulia.

Meilani, M., & Fernando, A. (2021). Pendidikan Anak Usia Dini dalam Keluarga di Era Disrupsi Berdasarkan 2 Timotius 3:15-17. Shalom: Jurnal Teologi Kristen, 1(2 SE-Articles), 126–136. https://jurnal.sttsyalom.ac.id/index.php/shalom/article/view/12

Muli, A. E. (2022). Pemberdayaan Peran Perempuan Bedalewun-Adonara Dalam Perspektif Injil Lukas 7: 36- 50. In Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero. http://repository.stfkledalero.ac.id/id/eprint/1267

Nainupu, A. M. Y. (2022). Ujian Untuk Iman Yang Sejati Berdasarkan Matius 13:1-23; 13:36-43. Saint Paul’S Review, 2(2), 112–122. https://doi.org/10.56194/spr.v2i2.28

Nggebu, S. (2022a). Relevansi Faktor Penentu Perluasan Misi Gereja Mula-Mula Bagi Misi Sedunia. Jurnal Excelsis Deo, 6(2), 42–55. https://doi.org/DOI: https://doi.org/10.51730/ed.v6i2.97

Nggebu, S. (2022b). Supremasi Kristus Sebagai Instrumen Dasar Membangun Devosi Pribadi Orang Percaya Berdasarkan Kolose 1:15-10. Jurnal Gamaliel: Teologi Praktika: Teologi Praktika, 4(2), 108–122.

Nggebu, S. (2022c). Totalitas dalam Menulis: Kiat-Kiat Penelitian Teologis Untuk Menulis Tugas Kuliah, Artikel Jurnal dan Buku Rohani (Ridwan Sutedja (ed.)). Biji Sesawi.

Objantoro, E., & Budiman, S. (2021). Makna Mujizat Dalam Kitab Keluaran. Saint Paul’s Review, 1(1), 66–74. https://jurnal.sttsaintpaul.ac.id/index.php/spr/

Objantoro, E., Mardin, J., & Onah, G. A. (2023). The Process of Discovering the Joy of the Kingdom of Heaven?: An Analysis of Matthew 13?: 44-46. Saint Paul’S Review, 3(1), 51–61.

Pardede, P. (1983). Mesias (Kristus). In C. Marantika (Ed.), Yesus Kristus: Allah, Manusia Sejati. Yakin.

Pareira, B. A. (2016). Mazmur 130: Mazmur Pertobatan yang Ke-6. Seri Filsafat Dan Teologi Widya Sasana, Vol.26 No., 53–59.

Pelealu, J. (2022). Dampak Konteks Politik Masa Intertestamental pada Penolakan Yesus Sebagai Mesias. Angelion: Jurnal Teologi Dan Pendidikan KristenJurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 3(1), 79–102.

Phanon, Y. (2016). Is She a Sinful Woman or a Forgiven Woman? An Exegesis of Luke 7:36-50. AJPS, 19(1), 73–84.

Porter, S. E. (2018). Evangelical Theological Method. Inter Varsity Press.

Pramana, R. A., Hermanto, Y. P., Abraham, R. A., & Senjaya, S. (2023). Sikap Orang Percaya Menghadapi Penderitaan Berdasarkan Keteladanan Yesus Kristus. Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi, 4(1), 42–56.

Rumbi, F. P. (2018). Tradisi Massuru’ dan Pertobatan Dalam Injil Sinoptik. BIA’: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen Kontekstual, 1(1), 26–38. https://doi.org/10.34307/b.v1i1.17

Setiawan, I., Tupamahu, C. T., Martono, M., & Tripena, Y. V. (2021). Kajian Teologis Terhadap Status Perempuan Dalam Perjanjian Baru. Missio Ecclesiae, 10(2), 155–168. https://doi.org/10.52157/me.v10i2.143

Setiawidi, A. (2023). Shifting The Focus: From Healing To Verbal Confession. Gema Teologi, 8(1), 67–80. https://doi.org/10.21460/gema.2023.81.975

Sidauruk, N. (2019). Eksistensi Perempuan Dalam Paradigma Dan Pelayanan Yesus. Jurnal Teologi Cultivation, 3(2), 115–126. https://doi.org/10.46965/jtc.v3i2.272

Siregar, I. (2020). Ia Dinamai Perempuan: Kumpulan Puisi. NavPress.

Suardana, I. M. (2015). Identitas Kristen dalam Realitas Hidup Berbelaskasihan: Memaknai Kisah Orang Samaria yang Murah Hati. Jurnal Jaffray, 13(1), 121–138. https://doi.org/10.25278/jj.v13i1.115.121-138

Suwantie, S. (2020). Pendosa Terbesar yang Menerima Keselamatan (Lukas 19:1-10). Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi Dan Pendidikan, 4(1), 89–100.

Tangirerung, R., Ruru, S., Papayungan, N., Universitas, T., & Indonesia, K. (2022). Pendampingan Kesahabatan Bagi Pelaku Aborsi Di Di Kalangan Pemuda Gereja Dalam Meminimalkan Tindakan Aborsi. Paulus Journal of Society Engagement (PJSE), 4(1), 8–20.

Wasiyono, N. (2019). Memahami Teologi Paulus tentang Dosa. Sotiria: Jurnal Theologia Dan Pendidikan Agama Kristen, 2(2), 79–87. https://doi.org/10.47166/sot.v2i2.12

Wassar, S. (2022). Perempuan dalam Melaksanakan Mandat Ilahi Menurut Kejadian 1?: 27-28. Redominata: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 4(2), 121–136.

Wenno, V. C. (2022). Keramahtamahan Perempuan Berdosa: Membaca Kembali Kisah Lukas 7:36-50. Adanu Abimata.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2023-11-29

Terbitan

Bagian

Artikel