Nazar Menurut Pandangan Alkitab dan Relevansinya bagi GMIT Jemaat Luz Fatukoa

Penulis

  • Gregorius Bana Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Welfrid Fini Ruku Universitas Kristen Artha Wacana Kupang

DOI:

https://doi.org/10.52960/a.v1i1.2

Kata Kunci:

Janji, Nazar, Persembahan

Abstrak

Kotak Nazar di GMIT bukan merupakan sesuatu yang asing di kalangan jemaat. Kotak itu ditempatkan di depan bersama dengan persembahan lainnya. Persembahan nazar belum sepenuhnya dipahami oleh GMIT Jemaat Luz Fatukoa. Padahal nazar adalah janji yang diucapkan oleh seseorang kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh yang harus ditepati. Nazar telah menjadi tradisi yang terus menerus diwariskan dari orang tua kepada anak dan seterusnya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pandangan Alkitab tentang Nazar. Peneliti ingin mengetahui pandangan jemaat GMIT Luz Fatukoa mengenai nazar. Relevansi dari pandangan Alkitab dan,pandangan Jemaat tentang nazar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Penyelidikan ini dilakukan melihat fakta yang terjadi di lapangan. Hasil penelitian Jemaat Luz Fatukoa lebih banyak memahami nazar sebagai ucapan syukur dan sedikit jemaat yang memahami nazar sebagai janji kepada Tuhan. Pandangan ini belum sesuai dengan Alkitab karena dalam Alkitab, nazar adalah ucapan yang keluar dari bibir dan harus dilakukan dengan setia. Nazar melibatkan janji manusia dengan Allah yang tidak dapat diingkari.

Referensi

Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. CV Jejak.

Baker, F. L. (2015). Sejarah Kerajaan Allah Perjanjian Lama. BPK Gunung Mulia.

Barth, C., & Barth-Frommel, M.-C. (1970). Teologi Perjanjian Lama 3. BPK Gunung Mulia.

Bergant, D., & Karris, R. J. (2002). Tafsiran Alkitab Perjanjian Lama. Kanisius.

Berlinerblau, J. (2009). The Vow and the “Popular Religious Groups” of Ancient Israel: A Philological and Sociological Inquiry. Sheffield Academic Press.

Christiani, D. M., & Setio, R. (2011). Harga Sebuah Nazar (Sebuah Studi Terhadap Pengalaman Bernazar Dari Umat Dan Tokoh Yefta Dalam Hakim-Hakim 11 [Universitas Kristen Duta Wacana]. https://onesearch.id/Record/IOS2784.nim-01052027/Details

Daeli, D. O., & Zaluchu, S. E. (2019). Analisis Fenomenologi Deskriptif terhadap Panggilan Iman Kristen untuk Kerukunan Antar Umat Beragama di Indonesia. SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora Dan Kebudayaan, 12(2), 44–50. https://doi.org/10.36588/SUNDERMANN.V1I1.27

Fitrah, M., & Luthfiyah. (2017). Metodologi Penelitian; Penelitian Kualitatif, Tindakan Kelas & Studi Kasus. CV Jejak.

Fowler, J. W., & Cremers, A. (1995). Teori perkembangan kepercayaan/ karya-karya penting James W. Fowler. Kanisius.

Fruh, K. (2019). Promising’s Neglected Siblings: Oaths, Vows, and Promissory Obligation. Pacific Philosophical Quarterly, 100(3), 858–880. https://doi.org/10.1111/papq.12286

King, P. J., & Stager, L. E. (2012). Kehidupan Orang Israel Alkitabiah. BPK Gunung Mulia.

Lee, W. (2020). Pelajaran Hikayat Imamat (3). Yayasana Perpustakaan Injil Indonesia.

Manekin-Bamberger, A. (2019). The Vow-Curse in Ancient Jewish Texts . Harvard Theological Review, 112(3), 340–357. https://search.proquest.com/openview/4796d6b384cabb591d0044c083b57123/1?pq-origsite=gscholar&cbl=31843

Meylani, S. (2014). Tradisi “Piring Nazar” dalam Perspektif Pendidikan Agama Kristen dalam Keluarga [Magister Sosiologi Agama Program Pascasarjana FTEO-UKSW]. https://repository.uksw.edu/handle/123456789/12320

Panjaitan, F., & Ratna K, D. (2020). Mengingat dia yang Dikorbankan: Tafsir Feminis Terhadap hakim-Hakim 11:1-40. Studia Philosophica et Theologica, 20(2), 142–159. http://ejournal.stftws.ac.id/index.php

Prabowo, W. (2020). Peran Elkana dan Hana terhadap Masa Kecil Samuel: Tahap Awal Mencetak Pemimpin Kristen. EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership, 1(2), 162–179. https://doi.org/10.47530/edulead.v1i2.39

Rahadiyan L.K, R. (2019). Korban, Persembahan, dan Nazar: Tafsir Kitab Imamat 27?: 1-34 sebagai Perspektif dalam Memaknai Praktik Janji Iman [Universitas Kristen Duta Wacana]. https://katalog.ukdw.ac.id/292/1/01150042_bab1_bab5_daftarpustaka.pdf

Rantesalu, M. B. (2019). Analisis tentang Pemahaman Ibadah Menurut Mazmur 50 pada Mahasiswa STAKN Kupang. VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN, 1(2), 222–238. https://doi.org/10.35909/visiodei.v1i2.50

Roth, W. (1989). Biblical Interpretation in Ancient Israel . Michael Fishbane . The Journal of Religion, 69(3), 387–391. https://doi.org/10.1086/488134

Schneiders, S. M. (1977). A Contemporary Theology of the Vows. Jesuit School of Theology, 14–27. https://scholarcommons.scu.edu/jst/67

Sihombing, A. F. (2019). Pemikiran Teologi Deutronomi. TeDeum, 9(2), 1–32.

Situmorang, J. (2019). Mengenal Dunia Perjanjian Lama. ANDI Offset.

Suwarno, P. (2020). Nazar Yefta Sebagai Refleksi Nazar Bagi Pemimpin Kristen Masa Kini. https://doi.org/10.31219/osf.io/abe46

Tafui, Y. M. (2017). Tradisi Nazar dalam Jemaat GMIT Efata Soe. Program Studi Teologi FTEO-UKSW. https://repository.uksw.edu/handle/123456789/13382

Tari, E., Rouw, R. H., & Wijaya, H. (2021). Post-Christian Presupposition in Post-truth. International Journal of Indonesian Philosophy & Theology, 1(2), 63–72. https://doi.org/10.47043/ijipth.v1i2.7

Terzidou, M., Scarles, C., & Saunders, M. N. K. (2018). The complexities of religious tourism motivations: Sacred places, vows and visions. Annals of Tourism Research, 70, 54–65. https://doi.org/10.1016/j.annals.2018.02.011

Vrizen, T. . (2006). Agama Israel Kuno. BPK Gunung Mulia.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2021-05-02

Terbitan

Bagian

Artikel