POLYGAMY IN THE PERSPECTIVE OF THE CHRISTIAN FAITH AND ITS IMPLICATIONS FOR TEACHING PAK TEACHERS
DOI:
https://doi.org/10.52960/a.v1i1.14Kata Kunci:
Keywords: Polygamy, Christian Faith, PAK Teacher TeachingAbstrak
Abstrak: Praktik Poligami merupakan hal yang biasa dikenal dalam kalangan umum masyarakat seperti kalangan agama Kristen, Islam, Hindu, dan Budha maupun diantara agama-agama lain, poligami merupakan masalah keluarga yang sangat signifikan. Ditinjau dari iman Kristen poligami adalah salah satu masalah yang sangat bertentangan dengan pernikahan sejati. Pernikahan adalah sebuah lembaga keluarga yang diciptakan Tuhan sejak semula, yaitu sebelum manusia jatuh di dalam dosa dimulai pada keluarga pertama yaitu Adam dan Hawa. Jelaslah bahwa dalam ajaran Kristen, poligami merupakan perilaku yang dilarang di dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di dalam keluarga. Poligami adalah memiliki istri lebih dari satu. Sementara Alkitab tidak mengajarkan seorang suami memiliki beberapa istri. Allah tidak meghendaki perkawinan lebih dari sati istri (Kejadian 2:24) menyatakan bahwa laki-laki akan bersatu dengan istrinya sehingga keduanya menjadi satu daging. Dalam memperoleh data penulis menggunakan kajian penelitian kepustakaan yaitu menelusuri berbagai literature secara mendalam dan mengalisis data tersebut secara deskriptif untuk megetahui keadaan yang sebenarnya.
Kata Kunci: Poligami, Iman Kristen, Pengajaran Guru PAK
Referensi
Bakker, F. L., & Allah, S. K. (2004). 1: Perjanjian Lama. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Barclay, W. (1968). The Gospel of Matthew. Westminster John Knox Press.
Barclay, W. (2009). Pemahaman Alkitab Setiap Hari: Surat-surat Galatia & Efesus. Jakarta: BPK.
De Heer, J. J., & Alkita, T. (2013). Injil Matius Pasal 1–22. Jakarta: BPK Gunung Mulia, Cetakan Ke-12.
Erickson, M. J. (1998). Christian theology. Baker Academic.
Graham, B. (1972). Keluarga Yang Berpusatkan Kristus. Bandung: Yayasan Kalam Hidup.
Heuken, A. (2004). Ensiklopedi gereja: CG (Vol. 2). Yayasan Cipta Loka Caraka.
Hidayatulloh, H. (2015). Adil Dalam Poligami Perspektif Ibnu Hazm. Religi: Jurnal Studi Islam, 6(2), 207–236.
Hill, A. E., & Walton, J. H. (1996). Survei Perjanjian Lama. Gandum Mas.
Hilmi, K., & Ahmad, F. (2007). Poligami: Berkah atau Musibah. Jakarta: Senayan.
Hoekema, A. A. (2008). Manusia: Ciptaan Menurut Gambar Allah. Surabaya: Momentum.
Jacobsen, M. B. (1989). Ketika anak anda bertumbuh. Sidang Injil Borneo (Sabah).
LaHaye, B. (1997). Understanding Your Child’s Temperament. Harvest House Publishers.
Lahaye, T. (1996). Kebahagiaan Pernikahan Kristen. Jakarta, BPK Gunung Mulia.
Nazir, M. (1999). Metode Penelitian, Jakarta: Ghalia Indonesia. Cet. IV.
Packer, J. I., Tenney, M. C., & White Jr, W. (1995). Illustrated Encyclopedia of Bible Facts. Thomas Nelson Publishers.
Plantinga Jr, C. (1995). Not the Way It Is Supposed to Be. MI, Grand Rapids. William B. Eerdmans Publishing.
Sitohang, S. H. (2005). Kasus-kasus dalam perjanjian lama. Bandung: Kalam Hidup.
Soendari, T. (2012). Metode Penelitian Deskriptif. Bandung, UPI. Stuss, Magdalena & Herdan, Agnieszka, 17.
Tim Penyusun, K. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka: Jakarta.
Tu’u, T. (1988). Etika dan pendidikan seksual. Bandung: Kalam Hidup.
Vriezen, T. C. (2003). Agama Israel Kuno, terj. IJ Cairns, Cet, 4.
Wirutomo, P. (2003). Pokok-pokok pikiran dalam sosiologi. Jakarta: Grafindo Persada.
Yorkey, M. (1997). Ingin Anak Unggul. Jakarta: Harvest Publication House.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2021 Elieser R. Marampa'

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Apostolos: Journal Theology and Christian Education is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License















