Peran Gereja dan Hamba Tuhan dalam Menghadapi Perilaku Intoleransi dan Fundamentalis

Authors

  • Jhon Leonardo Presley Purba Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52960/a.v1i1.10

Keywords:

Church, Servant of God, Intolerance, Conflict, Religion

Abstract

Indonesia is the most plural country in the world. Pluralism in Indonesia also concerns religion. The role of the Church and the Servant of God is very important in dealing with intolerant behavior between religions in the pluralism of the Unitary State of the Republic of Indonesia. This research is a descriptive qualitative research that uses literature research methods and data collection using the literature study method. The purpose of this research is to find out how the role of the Church and the Servant of God in dealing with intolerant behavior and religious hardliners within the framework of the Republic of Indonesia. Using descriptive qualitative methods with a phenomenological approach through literature studies designed to collect, analyze and compile systematic and scientific valid data from literature materials relevant to this research, so that the conclusion of this study is that the Church and the Servant of God have an important role. to be proactive in maintaining and dealing with intolerant behavior towards Christians in Indonesia by being responsible for educating Christians in Indonesia so that they do not have radical sectarianism that leads to aggressive and intolerant behavior towards adherents of other religions. The Church and the Servant of God must realize that every citizen has the right that is protected by the state to worship according to the religion and belief of each citizen. If there is an intervention against Christians exercising their religious rights, the Church and the Servant of God must act to defend their rights as citizens according to the laws in force in Indonesia by making various efforts including through inter-religious dialogue approaches, social approaches, political approaches and formal legal approaches according to the law applies in Indonesia.

References

Abdillah, M. (2016). Kerukunan Umat Beragama di Era Jokowi-JK. Accessed on 24 November 2016, Http://Graduate.Uinjkt.Ac.Id.

Al Qurtuby, S. (2020). Merayakan Keragaman Tanpa Intoleransi dan Kekerasan.

Arifianto, Y. A., & Santo, J. C. (2020). Tinjauan Trilogi Kerukunan Umat Beragama Berdasarkan Perspektif Iman Kristen. Angelion, 1(1), 1–14.

Arifianto, Y. A., & Stevanus, K. (2020). Membangun Kerukunan Antarumat Beragama dan Implikasinya bagi Misi Kristen. HUP?RET?S: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 2(1), 39–51. https://doi.org/10.46817/huperetes.v2i1.44

Arifin, A. (2020). Penerapan Metode Ali Mustafa Yaqub dalam Memahami Hadis Intoleransi antar Umat Beragama. Holistic Al-Hadis. https://doi.org/10.32678/holistic.v6i1.3239

Asih, I. D. (2014). Fenomenologi Husserl: Sebuah Cara “Kembali Ke Fenomena.” Jurnal Keperawatan Indonesia. https://doi.org/10.7454/jki.v9i2.164

Asrori, A. (2017). Radikalisme Di Indonesia: Antara Historisitas dan Antropisitas. Kalam. https://doi.org/10.24042/klm.v9i2.331

Azyumardi Azra. (2014). Pemerintah Harus Tangkal Sektarianisme. Satu Harapan.

Djadi, Y. C. T. J. (n.d.). Kepemimpinan Yesus Kristus Menurut Injil Sinoptik dan Relevansinya Terhadap Kepemimpinan Rohani masa Kini. Retrieved May 28, 2019, from https://media.neliti.com/media/publications/104906-kepemimpinan-yesus-kristus-menurut-injil-77aa2aa4.pdf

Fajri, Em Zul & Senja, R. A. (2010). Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Difa Publisher.

Folia, R. (2017). Bogor Larang Warga Nasrani Beribadah di 3 Gereja Ini.

Ginting, R., & Ayaningrum, K. (2009). Toleransi dalam Masyarakat Plural. Jurnal Majalah Ilmiah Lontar.

Halim, A. (2015). Pluralise Dan Dialog Antar Agama. Tajdid: Jurnal Ilmu Ushuluddin. https://doi.org/10.30631/tjd.v14i1.21

Hanafy, M. S. (2015). Pendidikan Multikultural dan Dinamika Ruang Kebebasan. Jurnal Diskursus Islam.

Handayani, F. (2010). Toleransi Beragama Dalam Perspektif HAM Di Indonesia. Toleransi. https://doi.org/10.24014/trs.v2i1.426

Indrawan, J., & Aji, M. P. (2019). Efektivitas Program Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Terhadap Narapidana Terorisme Di Indonesia. Jurnal Pertahanan & Bela Negara. https://doi.org/10.33172/jpbh.v9i2.561

Jamalie, Z. (2012). Pluralisme, Toleransi, Pendidikan Multikultural dan Kerukunan Umat Beragama. Jurnal Studi Agama Dan Masyarakat.

Kaha, S. C. (2020). Dialog Sebagai Kesadaran Relasional Antar Agama: Respons Teologis Atas Pudarnya Semangat Toleransi Kristen-Islam Di Indonesia. Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen Dan Musik Gereja. https://doi.org/10.37368/ja.v4i2.165

Kriswanto, J. (2018). Serangan bom di tiga gereja Surabaya: Pelaku bom bunuh diri “perempuan yang membawa dua anak.” BBC News Indonesia.

Laisa, E. (2014). Islam Dan Radikalisme. Islamuna: Jurnal Studi Islam. https://doi.org/10.19105/islamuna.v1i1.554

Lestari, G. (2015). Bhinnekha Tunggal Ika?: Khasanah Multikultural. Jurnal Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan.

Lukito, D. L. (2012). Eksklusivisme, Inklusivisme, Pluralisme, dan Dialog Antar Agama. Veritas?: Jurnal Teologi Dan Pelayanan. https://doi.org/10.36421/veritas.v13i2.269

Maarif, N. H. (2020). Islam, Kebhinekaan, dan Relasi Muslim-Non-Muslim.

Maharani, S. (2018). Sejumlah Ormas Melarang Bakti Sosial Gereja Santo Paulus Yogya. TEMPO.CO.

Mahyiddin, S. (2009). Filsafat Hukum Ketatanegaraan Dalam Perspektif Islam. Jurnal Mentari.

Munip, A. (1970). Menangkal radikalisme agama di sekolah. Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 159. https://doi.org/10.14421/jpi.2012.12.159-181

Perkasa, A. (2016). Kekerasan agama, 2,498 pelanggaran belum dituntaskan. Kabar24.

Rachmadsyah, S. (2010). HAM dan Kebebasan Beragama di Indonesia. In Hak Asasi Manusia.

Rahardanto, M. S. (2012). Mengkaji Sejumlah Kemungkinan Penyebab Tindak Terorisme: Kajian Sosio-Klinis. Experentia?: Jurnal Psikologi Indonesia. https://doi.org/doi.org/10.33508/exp.v1i1.54

Raharjo, Dwi Bowo & Sari, R. R. N. (n.d.). Peribadatan HKBP Bekasi Diganggu Massa, Komnas HAM: Pelanggaran Konstitusi.

Rina Hermawati, Caroline Paskarina, N. R. (2016). Toleransi Antar Umat Beragama di Kota Bandung. UMBARA?: Indonesian Journal of Anthropology, 1(2), 105–124. http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:BnJH04BYyq8J:journal.unpad.ac.id/umbara/article/download/10341/4829+&cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id

Saleh Tajuddin, M., Mohd. Sani, M. A., & Tenri Yeyeng, A. (2016). Berbagai Kasus Konflik di Indonesia: Dari Isu Non Pribumi, Isu Agama, Hingga Isu Kesukuan. Sulesana.

Sanusi, I., & Muhaemin, E. (2019). Intoleransi Keagamaan Dalam Framing Surat Kabar Kompas. Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi. https://doi.org/10.15575/cjik.v3i1.5034

Simon, S., & Arifianto, Y. A. (2021). Kerukunan Umat Beragama dalam Bingkai Iman Kristen di Era Disrupsi. JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT DAN INOVASI, 1(1), 35–43.

Situmorang, V. H. (2019). Kebebasan Beragama Sebagai Bagian dari Hak Asasi Manusia. Jurnal HAM. https://doi.org/10.30641/ham.2019.10.57-67

Soesilo, Y. (2011). Gereja dan Pluralisme Agama dalam Konteks di Indonesia. Jurnal Antusias.

Susanto, H. (2019). Gereja Sebagai Umat Allah dan Rekan Negara. Jurnal Jaffray, 17(1), 35. https://doi.org/10.25278/jj71.v17i1.298

Telaumbanua, H. (2012). Identitas dan Nasionalisme Komunitas Kristen di Indonesia: Tinjauan Pemikiran Th. Sumartana dan Implikasinya bagi Pelayanan Kaum Muda. Veritas?: Jurnal Teologi Dan Pelayanan, 13(1), 78–98. https://doi.org/10.36421/veritas.v13i1.252

Ulfah, M. (2018). Isu Kemajemukan (Pluralisme) Bangsa Indonesian Dalam Film ’?’ (Tanda Tanya) (Analisis Semiotika Dalam Film ’?’ (Tanda Tanya) ). Interaksi Online.

Widodo, P., & Karnawati, K. (2019). Moderasi Agama dan Pemahaman Radikalisme di Indonesia. PASCA?: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 15(2), 9–14. https://doi.org/10.46494/psc.v15i2.61

Zaluchu, S. E. (2020). Strategi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif Di Dalam Penelitian Agama. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili Dan Pembinaan Warga Jemaat, 4(1), 28. https://doi.org/10.46445/ejti.v4i1.167

Downloads

Published

2021-05-02

Issue

Section

Artikel