DHERE DAN NAMANGNGU: ANALISIS BENTUK DAN STRUKTUR POLA RITME PADA PERTUNJUKAN PELEDO JARA
Kata Kunci:
Pola Ritme, Bentuk dan Struktur, Peledo Jara, Dhere dan Namangngu.Abstrak
Peledo Jara, sebuah warisan budaya takbenda yang lahir, hidup dan berkembang dalam masyarakat Sabu. Kajian pola ritme dhere dan namangngu menjadi fokus utama dalam riset ini. Berfokus pada analisis bntuk dan struktur pola ritme musik yang dihasilkan dhere dan namangngu maka, penelitian ini akan menggunakan pendekatan analisis musikologi dan etnomusikologi. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Dhere dan Namangngu tidak hanya berfungsi sebagai elemen pengiring, tetapi juga sebagai penanda struktur formal dan simbolik dalam pertunjukan Peledo Jara. Hasil temuan menunjukkan bahwa pola ritme yang digunakan memiliki hubungan erat dengan fungsi sosial, nilai-nilai budaya, serta dinamika pertunjukan yang bersifat interaktif dan kolektif. Penelitian ini berkontribusi dalam pelestarian dan pemahaman mendalam terhadap kekayaan musikal tradisional Indonesia, sekaligus membuka ruang untuk eksplorasi kreatif dalam pengembangan musik kontemporer berbasis akar budaya lokal. Bentuk musik ritmis ini berfungsi memberikan energi dan isyarat kepada kuda melalui simbol bunyi. Dengan demikian, musik peledo jara tidak hanya berperan sebagai pengiring, tetapi juga sebagai bagian identitas budaya masyarakat Sabu Raijua.
Referensi
Edu, A. L., & Tarsan, V. (2019). Pendidikan Seni Musik Tradisional Manggarai dan Pembentukan Kecakapan Psikomotorik Anak. International Journal Of Community Service Learning, 3(1), 1–10. https://doi.org/https://doi.org/10.23887/ijcsl.v3i1.17484
Firdaus. (2019). Analisis Pola Tabuhan Musik Iringan Tari Sigal Dalam Perayaan Bidhayu Kabupaten Bengkayang. 11. https://doi.org/https://docplayer.info/204913400-Analisis-pola-tabuhan-musik-iringan-tari-sigal-dalam-perayaan-gawai-dayak-bidayuh-kabupaten-bengkayang-artikel-penelitian.html
Firmansyah, D. (2016). Bentuk Dan Strktur Penyajian Musik Kulintang Pada Proses Arak-Arakan Dalam Adat Penikahan Suku Komering Di Oku Timur. Besaung (Jurnal Seni Dan Desain Budaya), 1(2), 36–41.
Firmansyah, D., & Kautzar, A. (2019). Konsep Mat Dalam Musik Kulintang Tari Milur. Tonika: Jurnal Penelitian Dan Pengkajian, 2(2), 1–10. https://journal.stt-abdiel.ac.id/tonika/article/view/111
Harriska. (2018). Musik Senggayung di Gerai: Kajian Bentuk dan Identitas Budaya. Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts), 19(3), 146–156. https://doi.org/https://doi.org/10.24821/resital.v19i3.3336
Indrawan, A. A. G. A., Sariada, I. K., & Arshiniwati, N. M. (2021). Bentuk Tari Renteng di Dusun Saren I, Nusa Penida, Klungkung. Mudra: Jurnal Seni Budaya, 36(1), 46–54. https://doi.org/https://doi.org/10.31091/mudra.v36i1.1129
Salim, A. (2010). Adaptasi Pola Ritme Dangdut Pada AnsambeL Perkusi. Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts), 11(2), 106–123. https://doi.org/https://doi.org/10.24821/resital.v11i2.505
Setiawan, I. (2021). Aransemen Lagu Soleram Oleh Josu Elberdin (Tinjauan Aransemen Paduan Suara). Repertoar Journal, 1(2), 302–319. https://doi.org/10.26740/rj.v1n2.p302-319
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Tambur : Journal of Music Creation, Study and Performance

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.







