ARANSEMEN MUSIK PENGIRING NYANYIAN LITURGI JADI SAKSIMU ETNIS ALOR-PANTAR DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.52960/jt.v1i1.35Kata Kunci:
Aransemen, Musik Kontekstual, Etnik AlorAbstrak
Nyanyian lokakarya inkultarasi Alor-Pantar merupakan nyanyian ibadah liturgi yang mencerminkan musik dan budaya Alor-Pantar. Pada bulan Mei 2002 di Kalabahi terjadi kerjasama oikumenis antara gereja mesehi injili di timor dan pusat musik liturgi Yogyakarta. Aransemen musik pengiring dari lagu lokakarya ini menggunakan alat musik tradisional dari Kabupaten Alor yaitu Gong, Tambur dan ditambah alat musik piano untuk menentukan dasar nada dari lagu dan memberi melodi serta harmonisasi pada lagu. Alat musik gong dan tambur merupakan alat musik tradisional dari kabupaten Alor yang biasanya digunakan untuk mengiringi tarian adat, penjemputan tamu, pembongkaran rumah adat dan acara adat lainnya. Karakter dari alat musik gong yaitu bersemangat, membangun suasana gembira dan suka-cita. Gong Alor dimainkan dengan cara di pukul, masing-masing gong memiliki pola ritmik yang berbeda namun apabila digabungkan atau dipukul secara bersamaan akan terdengar begitu indah dan membuat suasana menjadi riang. Gong Alor merupakan alat musik ritmis melodis, namun mempunyai fungsi ritmis. Berdasarkan uraian diatas maka penulis ingin mengaransemen musik pengiring lagu lokakarya inkulturasi Alor-Pantar dengan alat musik tradisional dari alor yaitu Gong, Tambur dan ditambah alat musik modern yaitu piano. Aransemen musik pengiring ini dituangkan ke dalam skripsi dengan Judul “Aransemen Musik Pengiring Nyanyian Liturgi Jadi Saksimu Etnis Alor-Pantar di Provinsi Nusa Tenggara Timur”.
Referensi
Elo, S. dan Kyngas, H. 2007. The Qualitative Content Analysis Process. Journal of Advanced Nursing.
Hasil lokakarya. 2002. Jadi Saksimu, lagu inkulturasi Alor-Pantar. Yogyakarta: Pusat musik liturgi.
Holsti, O.R. 1969.Content analysis for the social sciences and humanities. Reading, Ma:Addison-Wesley.
John Campbell-Nelson, Bendalina Souk, Stephen Suleeman. 1995. Mengupayakan Misi Gereja yang Kontekstual. Jakarta.
Leon Stein. 1979. Structure and Style Expanded Edition the Study and Analysis of Musical Forms. USA: Summy-Birchard Music.
M. Soeharto. 1992. Kamus Musik. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.
Michael Miller. 2007. Arranging and Orchestration. USA:A member of penguin group (USA) Inc.
Moh. Muttaqin, Kustap. 2008. Seni Musik Klasik Jilid I. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.
Moleong. 2005. Metodologi Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Pono Banoe. 2003. Kamus Musik. Yogyakarta: Kanisius.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2021 Tambur : Journal of Music Creation, Study and Performance

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.







