Makna Musik Gereja Dalam Alkitab
DOI:
https://doi.org/10.52960/jt.v3i1.191Abstrak
Krisis hadirat Tuhan yaitu jemaat tidak mengalami perjumpaan dengan Tuhan Yesus, sehingga perasaan jemaat biasa-biasa saja. Masuk ke gereja mendengar musik tapi tidak masuk dalam hadirat Tuhan artinya jemaat tidak menikmati atau merasakan apa-apa hanya sebagai nyanyian biasa saja. Dan pulang ke gereja hal yang sama dirasakan. Makna Musik Gereja dalam Alkitab. Tujuan penulisan ini untuk mendeskripsikan Makna Musik Gereja dalam Alkitab secara teologis. Dengan analisis teks sesuai dengan prinsip-prinsip eksegesis, Untuk mendapatkan makna yang terkandung didalam konteks Makna Musik Gereja dalam Alkiab. Hasil analisis yaitu Alkitab sendiri telah membuktikan kekuatan musik dan pesan firman Tuhan sebagai kekuatan membangun bangsa Israel dalam Perjanjian Lama. Pesan dan nasehat yang bersumber dari firman Tuhan selalu menjadi solusi dalam membangkitkan iman dan pengertian menghadapi kehidupan dari sejak dulu sampai sekarang. Sedangkan musik yang berkembang ke zaman modern dengan pesan-pesan motivasi yang juga menjadi motivasi Deskripsi Makna Musik Gereja dalam Alkitab terdiri atas: Pertama, Musik Gereja Yang Menghadirkan Hadirat Tuhan. Secara rohani musik gereja merupakan gerbang masuk dalam hadirat Tuhan. Pujian rohani merupakan cara atau tindakan untuk mengagungkan, meninggikan, dan memuliakan Tuhan. Hal ini merupakan dasar hidup orang percaya untuk memuji Tuhan. Kedua, Musik Gereja Yang Membawa Masuk dalam Penyembahan. Musik gereja sebagai pengantar masuk dalam penyembahan, penyembahan bukan ditujukan untuk manusia, tetapi utamanya ditujukan kepada Tuhan Yesus. Ketiga, Musik Gereja Yang Membaa Pertobatan. Musik Gereja bisa menjadi alat untuk mempengaruhi perilaku manusia sehingga musik gereja dapat menjadi alat untuk mencapai perubahan yaitu musik gereja yang membawa pertobatan. Keempat, Musik Gereja Yang Membawa Sukacita. Musik gereja sebagai sarana untuk mengekspresikan sukacita lewat iman atau keyakinan-keyakinan religius orang percaya secara pribadi maupun bersama-sama.
Referensi
Agama, I., Negeri, K., & Raya, P. (2021). Perkembangan Musik Gereja dan Interpretasi Pemusik Gereja Terhadap Nyanyian Jemaat Di Gereja Sinta Kuala Kapuas. Danum Pambelum: Jurnal Teologi Dan Musik Gereja, 1(1), 118–131. https://doi.org/10.54170/DP.V1I1.40
Ariawan, S., Duta, S., & Malang, H. (2018). Pengaruh Apresiasi Gereja Berbentuk Materi dan Non Materi Terhadap Kualitas Pelayanan Musik Gereja di Kota Yogyakarta. DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 1(1), 8–19.
Barth, K. (2004). Church Dogmatics the Doctrine of Creation. T & T Clark.
Campbell, D. (2001). Efek Mozart. Gramedia Pustaka Utama.
Guli, I. R. D. and I. (2010). Kekuatan Musik Religi Mengenai Cinta Merefleksi Iman Menuju Kebaikan Universal. PT. Elex Media Komutindo.
Gultom, J. M. P., Simanjuntak, M. U., Situmorang, E. L., Sianipar, R., & Waruwu, S. (2021). Strategi Musik dan Kerygma Influencer Kristen dalam Membangun Gambar Diri Native Digital. EPIGRAPHE: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani, 5(2), 161–175. https://doi.org/10.33991/EPIGRAPHE.V5I2.304
Hamdju, A. W. & A. (1978). Pengetahuan Musik. Mutiara.
Handol, J. M. L. (2002). Nyanyian Lucifer. ANDI Offset.
KARYA MUSIK “MAZMUR” DALAM TINJAUAN MUSIK RELIGI | Solah. (n.d.).
Lontoh, F. O. (2016). Pengaruh Kotbah, Musik Gereja Dan Fasilitas Gereja Terhadap Tingkat Kehadiran Jemaat. Journal Kerusso, 1(1), 1–15. https://doi.org/10.33856/KERUSSO.V1I1.42
Maharani, A. (2014). PERAN PUJIAN DAN PENYEMBAHAN DALAM IBADAH KEBAKTIAN KEBANGUNAN ROH TERHADAP JEMAATNYA DI GEREJA GBI KELUARGA ALLAH SURAKARTA.
Musik Sebagai Media Terapi Penyembuhan: Sebuah Penelusuran Historis dalam Alkitab | Simanjuntak | Jurnal EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan. (n.d.).
Siahaan, R. (2012). Memahami Nyanyian Jemaat Sebagai Sentral Musik Gereja Apa dan Bagaimana? Jurnal Jaffray, 10(2), 157–165.
Sinaulan, V., Kaunang, M., Dumais, F., Seni, P., Tari, D., Musik, D., Bahasa, F., & Seni, D. (2021). MUSIK GEREJA DALAM PERIBADATAN GEREJA PANTEKOSTA BUKIT SION BINTARA JAYA. SoCul: International Journal of Research in Social Cultural Issues, 1(3), 203–213.
Sitompul, P. H. S. (2020). Musik Dalam Dinamika Pujian Penyembahan. PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan, 10(2), 176–199.
Stapert, C. (2007). A New SOng for an Old World: Musical Thought in the Early Church. Eerdmans Publishing Co.
Timo, E. I. N. (2011). Umat Allah Di Tapal Batas. Percakapan Tentang Gereja. Alfa Design.
Tohirin. (2012). Metode Penelitian Kualitatif dalam Pendidikan Dan Bimbingan Konseling: Pendekatan Praktis untu Peneliti Pemula dan Dilengkapi Dengan Contoh Transkrip Hasil Wawancara serta Model Penyajian Data. Rajawali.
Utomo, Y. K. (2018). RELASI ANTARA SENI DENGAN TEOLOGI KRISTEN. Shift Key?: Jurnal Teologi Dan Pelayanan, 8(1). https://doi.org/10.37465/SHIFTKEY.V8I1.18
Wibowo, M. (2020). Peranan Musik Gereja Dalam Pembentukan Karakter Jemaat Dan Pembawa Misi Gereja di Gereja Bethany Indonesia Menara Doa Melonguane. Psalmoz?: A Journal of Creative and Study of Church Music, 1(2), 1–14. https://doi.org/10.12345/10/12345/VOL1N1PP1-14
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Tambur : Journal of Music Creation, Study and Performance

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.







