MAKNA DAN NILAI PEDAGOGIS-TEOLOGIS DARI LAGU “DOA AKHIR TAHUN” KARYA DAUD SALEH LUJI
DOI:
https://doi.org/10.52960/jt.v2i2.171Kata Kunci:
Lagu, Doa akhir tahun, Makna dan nilai, Pedagogis-teologisAbstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari tahu nilai pedagogis-teologis dari lagu “Doa akhir tahun” karya Daud Saleh Luji yang diciptakan dan dipublikasikan pada tahun 2005. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka yaitu mencari, menganalisa, mendeskripsikan nilai pedagogis-teologis dari lagu tersebut serta mendiskusikannya dengan sejumlah referensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa lagu “Doa akhir tahun” memiliki nilai pedagogis-teologis sebagai berikut 1) Mengakui Tuhan sebagai yang empunya kuasa, 2) Selalu mengakui kesalahan dan meminta maaf, 3) Memohon ampun kepada Tuhan, 4) Memasuki tahun baru dengan hidup baru, 5) Selalu yakin bahwa Tuhan mampu menjaga disetiap musim kehidupan
Referensi
Dubu, A., Tari, E., & Luji, D. S. (2022). DAMPAK PENDAMPINGAN PASTORAL TERHADAP REMAJA NAKAL DI PANTI ASUHAN KASIH AGAPE: THE IMPACT OF PASTORAL ADMINISTRATION ON NAUGHTY ADOLESCENTS IN PANTI ASUHAN KASIH AGAPE. Suluh: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 8(1), 26–34.
Gulo, H., & Hendi, H. (2021). Spiritualitas Doa Puja Yesus Menurut Bapa-Bapa Philokalia. Manna Rafflesia, 7(2), 327–347.
Guthrie, D. (2003). Teologi Perjanjian Baru 2. BPK Gunung Mulia.
Hidayat, R. (2014). Analisis Semiotika Makna Motivasi Pada Lirik Lagu “Laskar Pelangi” Karya Nidji. EJournal Ilmu Komunikasi. Samarinda: Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik. Universitas Mulawarman.
Korengkeng, H. J. N. (2020). Konsep Pengampunan Menurut Matius 18: 21-35 dan Implikasinya bagi Gereja Masa Kini. HUPERETES: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 1(2), 150–162.
Luji, D. S. (2022). PERINTAH UNTUK BEKERJA DENGAN KEYAKINAN BAHWA ALLAH PASTI MENYERTAI.(SUATU REFLEKSI MENURUT KITAB HAGAI 2: 1-10).
Nainggolan, D. (2020). Kajian Teologis Terhadap Musik Gerejawi. Jurnal Luxnos, 6(1), 32–52.
Nathaniel, A., & Sannie, A. W. (2020). Analisis semiotika makna kesendirian pada lirik lagu “Ruang Sendiri” karya Tulus. SEMIOTIKA: Jurnal Ilmu Sastra Dan Linguistik, 19(2), 107–117.
Nome, M. S., Leobisa, J., & Kasse, S. (2022). Persepsi Majelis Jemaat Tentang Ritus Kaus Nono Saeba Nono Di GMIT Jemaat Bethania Oetaman Klasis Amanuban Selatan. Jurnal Teologi & Pelayanan Kerusso, 7(2), 32–48.
Putri, S. W., & Sulanjari, B. (2021). Kajian Semiotika dalam isi Kandungan Arti dan Makna Sebuah Lagu Satru ciptaan Denny caknan. JISABDA: Jurnal Ilmiah Sastra Dan Bahasa Daerah, Serta Pengajarannya, 3(1), 50–57.
Siahaan, R. (2012). Memahami Nyanyian Jemaat Sebagai Sentral Musik Gereja Apa dan Bagaimana? Jurnal Jaffray, 10(2), 157–165.
Sirait, R. A. (2021). Tujuan dan Fungsi Musik dalam Ibadah Gereja. Tonika: Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Seni, 4(1), 11–21.
Sitompul, P. H. S. (2020). Musik Dalam Dinamika Pujian Penyembahan. PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan, 10(2), 176–199.
Watulingas, T. L. (2021). Kekuatan Doa Dalam Pertumbuhan Rohani Jemaat Menurut Kitab Kisah Para Rasul. JURNAL RUMEA: Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen, 1(1).
Wiryadinata, H., & Paulina, A. A. (2021). Peranan Konseling dan Pendampingan Masyarakat bagi Pekerja Seks Komersial di Mangga besar, Jakarta Barat. Jurnal Teologi Praksis, 1(1), 30–37.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Tambur : Journal of Music Creation, Study and Performance

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.







