Konsep “Mecaru” Dalam Budaya Bali Sebagai Jembatan Penginjilan Terhadap Orang Bali

Authors

  • Ni Nyoman Fransiska Sekolah Tinggi Teologi Wesley Metodist Indonesia
  • Jonni Ritonga Sekolah Tinggi Teologi Metodist Indonesia
  • K. Siagian Sekolah Tinggi Teologi Metodist Indonesia
  • Hotman Siagian Sekolah Tinggi Teologi Metodist Indonesia
  • John David Simatupang Sekolah Tinggi Teologi Metodist Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52960/m.v3i1.188

Keywords:

Mecaru; Misi; Bali; Tradisi; Penginjilan

Abstract

Mecaru is a traditional Hindu ceremony in Bali which aims to maintain human harmony with the surrounding nature. This mecaru ceremony is also known as Butha Yadnya which consists of five natural elements namely earth, water, air, fire, and ether (empty element). Through religious traditions it can be a means of learning in instilling spiritual values ??in mankind so that they care about ecology. This study uses a descriptive qualitative method by reviewing literature such as books, scientific articles and other journals related to this study. The results of this study concluded that the mecara ceremony can be a means of serving cross-cultural missions in evangelism. Sang Hyang Jesus (Jesus Christ) is the great caru who sacrificed himself on the cross to replace human sin. Through this great caru, humans can obtain safety, holiness and peace in their lives.

 

References

Ghazali, Adang Muchtar. Antropologi Agama. Bandung: Alfabeta, 2011

I Gusti Ngurah Sudiana, Caru dalam Upacara di Bali, (Bali: IHDN PRESS, 2018

I Komang Widya Purnama Yasa, Komunikasi Mecaru Siap Selem Sebagai Media Ritual Menutup Sumur Dalam Upacara Yadnya Di Lingkungan Karang Baru Utara Kota Mataram, Vol. 16, No.2, Jurnal Ganec Swara September 2022.

Sang Ayu Made Yuliari, Fungsi Mengkudu Dalam Banten Pamali Pada Upacara Mecaru, E-Jurnal Widya Kesehatan, Volume 1, Nomor; 1, Mei 2019.

I Ketut Wiana, M.Ag, Caru Adalah Memaknai Ruang dan Waktu, https://phdi.or.id/artikel.php?id=caru-adalah-memaknai-ruang-dan-waktu, diakses pada tgl 15 Des 2022 pukul: 11:23.

Ni Nyoman Suastini, Tinjauan Bentuk, Fungsi Dan Makna Upacara Mecaru Panyeeb Brahma Di Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Jurnal Widya Sastra Pendidikan Agama Hindu, Vol 4, No. 1, 2021.

Made Agus Putra Subali, I Gusti Rai Agung Sugiartha, Peningkatan Kuantitas Produksi serta Pemasaran pada Usaha Ayam Caru di Kelurahan Sibang Gede, JURNAL ILMIAH POPULER 4(3) Widyabhakti – Juli 2022.

Robert Peterson, Tafsiran Kitab Imamat, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1994

Lasor , W.S dkk, Pengantar Perjanjian Lama 1, Jakarta: BPK.Gunung Mulia, 2001

William Dyrness, Tema-Tema Dalam Teologi Perjanjian Lama, Malang: Penerbit Gandum Mas, 1992

Wikarman, I Nyoman Singgin. Caru: Palemahan dan Sasih. Surabaya: Paramita, 1998.

Downloads

Published

2023-02-21

Issue

Section

Articles