Penerapan Disiplin Rohani sebagai Bentuk Spiritual Formation bagi Mahasiswa Teologi
Kata Kunci:
Disiplin Rohani, Spiritual Formation, Mahasiswa TeologiAbstrak
Penelitian bertujuan untuk menemukan rumusan-rumusan dasar dari spiritual formation bagi mahasiswa teologi dengan mengedepankan kedisiplinan rohani yang memiliki cakupan yang luas baik bersifat ritual ceremonial maupun aktual sosial dalam kehidupan kampus. Secara umum sebuah Pendidikan tinggi teologi mengembangkan tiga aspek pokok dalam kepribadian mahasiswa, yakni: Pertama, pengembangan aspek akademik yang terarah pada penguasaan ilmu teologi secara penuh. Kedua, pengembangan aspek ketrampilan pelayanan yang berhubungan kemampuan praktis dalam pelayanan. Ketiga pengembangan rohani yang terarah kepada kehidupa rohani yang semakin dewasa dalam keserupaan dengan Kristus. Dalam penerapannya ketiga aspek ini tidak berdiri sendiri melainkan saling terkait satu sama lain secara integrative. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan tinjauan kepustakaan dimana penulis mengelaborasi beberapa referensi yang behubungan dengan spiritual formation, dan kehidupan kampus teologi. Adapun hasil penelitian ini ialah: Pertama, spiritual formation adalah proses pengembangan rohani yang berawal dari komitmen orang percaya dalam merespon anugerah Allah untuk hidup semakin serupa dengan Kristus. Kedua, formasi Spiritual diinisiasi oleh Allah sendiri bukan semata-mata hasil usaha orang percaya. Ketiga, formasi spiritual mencakup seluruh dimensi kehidupan manusia yang bersifat ritual seremoni maupun actual sosial. Keempat, Pendidikan teologi merupakan wadah pembentukan rohani yang harus menjadi garda terdepan dalam menerapkan formasi spiritual yang terintegrasi dan holistic bagi individu-individu yang respons terhadap panggilan Allah.
Referensi
Akin, Daniel L. & Pace, R. S. (2017). Pastoral Theology. B&H Academic.
Andrew Brake. (2018). Spirtual Formation. Kalam Hidup.
Bambarehi, R. F. I. P. P. (2019). FORMASI ROHANI SEORANG PELAYAN ANAK DALAM MENUNJANG EFEKTIVITAS PELAYANAN. 1–11.
Calvin, Y. (2005). Institutio. BPK Gunung Mulia.
Conn, J. W. (1999). Spiritual Formation. Theology Today, 56(1), 86–97. https://doi.org/10.1177/004057369905600108
Jeffrey P. Greenman. (1997). Spiritual Formation in Theological Education. British Journal of Theological Education, 9(2), 3–20. https://doi.org/10.1080/1352741x.1997.11674102
Otto, P., & Harrington, M. (2016). Spiritual Formation Within Christian Higher Education. Christian Higher Education, 15(5), 252–262. https://doi.org/10.1080/15363759.2016.1208594
Pena, T. P. (n.d.). Kamus Lengkap bahasa Indonesia. Gita Media Press.
Prawiromaruto, I. H., & Stevanus, K. (2022). Pendidikan Karakter Kristen Melalui Pengutamaan Formasi Rohani. DUNAMIS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 7(2), 543–556. https://doi.org/10.30648/dun.v7i2.926
Sahdily, J. M. E. dan H. (1998). Kamus Inggris - Indonesia (Percetakan).
Wauran, Q. C. (2015). Kepentingan Formasi Rohani Dalam Kehidupan (Issue October).
Wilson Teo. (2017). Christian Spiritual Formation. In Bruce E. Winston (Ed.), Emerging Leadership Jouney (Vol. 10, Issue 1). Regen University.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Steven Tubagus

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


