Analisis Penyebab Ketidaktersediaan Buku Ajar Pelayanan Anak dan Remaja Bagi Peserta Pelayanan Anak Dan Remaja

Penulis

  • Herlina Baitanu Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Maria Indriani Sesfao Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Deviana Sibulo Institut Agama Kristen Negeri Kupang

DOI:

https://doi.org/10.52960/jd.v3i1.217

Kata Kunci:

Faktor Penyebab, Buku Ajar, Pelayanan Anak dan Remaja

Abstrak

Penelitian ini di latar belakangi oleh ketidaktersediaan buku ajar Pelayanan Anak dan Remaja. Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah apa faktor penyebab ketidaktersediaan buku ajar Pelayanan Anak dan Remaja bagi peserta Pelayanan Anak dan Remaja?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab ketidaktersediaan buku ajar Pelayanan Anak dan Remaja bagi peserta Pelayanan Anak dan Remaja. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Data dan hasil penelitian yang di kumpulkan kemudian di analisis secara deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah faktor penyebab ketidaktersediaan buku ajar Pelayanan Anak dan Remaja disebabkan kurangnya dana sehingga belum pengadaan buku ajar untuk ibadah PAR. Selain itu, kurikulum PAR dalam gereja belum diterapkan dengan baik dan pengajar PAR jarang mengikuti pelatihan PAR. Adapun dampak ketidaktersediaan buku ajar Pelayanan Anak dan Remaja adalah pengajar PAR kesulitan dalam mencari materi dan menyampaikan materi kepada anak PAR. Selain itu, kehadiran anak PAR semakin berkurang, pemahaman anak PAR menjadi rendah dan tujuan ibadah PAR tidak tercapai dengan baik.

Referensi

Baskoro, Haryadi., Hermawati, Oki Claudia.(2011). Jurnalisme untuk Sekolah Minggu. Yogyakarta: ANDI.

Boehlke, R. Robert. (2016). Sejarah Perkembangan dan Praktek Pendidikan Agama Kristen : Dari Yohanes Amos Comenius Sampai Perkembangan PAK di Indonesia. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Daud, Imanuel Mison. (2022). Perkembangan Kurikulum Sekolah Minggu Gereja-gereja di Manado. DKI Jakarta: Publica Indonesia Utama.

Homrighausen, E G., Enklaar, I H. (2011). Pendidikan Agama Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Lahamendu, O. K. D Natalia. (2016). Kajian Terhadap Penerapan Kurikulum Sekolah Minggu di Gereja Masehi Injili di Minahasa.

Leo, S. (2008). Kiat Sukses Mengelola Dan Mengajar Sekolah Minggu. ANDI.

Magdalena, Ina. (2021). Analisis Bahan Ajar dalam Kegiatan Belajar dan Mengajar. Jurnal Edukasi dan Sains. Vol. 3, No. 3.

Manubey, J., Degeng, Nyoman Sudaman I., Kuswandi, Dedi. (2016). Pengembangan Bahan Ajar untuk Menumbuhkan Kelemahlembutan di Sekolah Minggu. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan. Vol. 1, No. 3.

Nasution, S. (2006). Asas-asas Kurikulum. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Pane, A. (2020). Hubungan Guru Sekolah Minggu dengan Kreativitas dalam Ibadah Sekolah Minggu. Institut Agama Kristen Negeri Toraja.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Pendekatan Kuanitatif, Kualitatif dan R&d. Alfabeta, CV.

.............. (2014). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Alfabeta, CV.

Sukmadinata, Syaodih Nana. (2001). Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Supriyadi, D. (2021). Implementasi Best Practice Kristen dalam Pendidikan Agama Kristen

##submission.downloads##

Diterbitkan

2023-10-24

Terbitan

Bagian

Articles