Penerimaan Sosial terhadap Anak Berkebutuhan Khusus di Kelas Pendidikan Agama Kristen: Perspektif Teman Sebaya

Authors

  • Shara Viktoria Ina Otemusu institut agama kristen negeri kupang
  • Ketrin Sari Plaikol institut agama kristen negeri kupang
  • Fitri Amelia Laka institut agama kristen negeri kupang
  • Frendtz Ricardo Baitanu institut agama kristen negeri kupang
  • Febi Hosiana Bien institut agama kristen negeri kupang

Keywords:

penerimaan sosial, anak berkebutuhan khusus, pendidikan agama kristen, teman sebaya, inklusif

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerimaan sosial terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK) terjadi dalam konteks kelas Pendidikan Agama Kristen (PAK), khususnya dari perspektif teman sebaya. Dalam lingkungan sekolah inklusif, penerimaan sosial memainkan peran penting dalam keberhasilan proses belajar ABK. Kelas PAK yang menanamkan nilai kasih, penerimaan, dan penghargaan terhadap sesama diharapkan menjadi ruang yang mendukung integrasi sosial semua peserta didik. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, menelaah berbagai sumber ilmiah seperti jurnal nasional dan internasional, buku, serta dokumen pendidikan terkait penerimaan sosial dan pendidikan inklusif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun nilai-nilai Kekristenan diajarkan secara eksplisit dalam PAK, penerimaan sosial ABK oleh teman sebaya belum sepenuhnya dipahami dalam praktik. Faktor-faktor seperti stereotip, kurangnya pemahaman tentang ABK, serta ketidaksiapan guru dalam memfasilitasi interaksi sosial, menjadi penghambat utama. Namun, beberapa praktik baik ditemukan, di mana guru PAK berperan sebagai fasilitator nilai-nilai inklusif melalui kegiatan kolaboratif dan refleksi iman. Kesimpulannya, penerimaan sosial terhadap ABK di kelas PAK dapat diperkuat melalui pendekatan nilai Kristiani yang kontekstual, pelatihan guru yang memadai, serta keterlibatan aktif teman sebaya dalam kegiatan pembelajaran yang inklusif. Studi ini merekomendasikan pengembangan kurikulum PAK yang eksplisit mengintegrasikan pendidikan inklusif berbasis nilai kasih dan penerimaan

References

Astuti, T. Y. (2020). Penerimaan Siswa terhadap Teman ABK di Sekolah Dasar Inklusif. Jurnal Psikologi Pendidikan, 12(2), 123–132.

Avramidis, E., & Norwich, B. (2002). Teachers’ attitudes towards integration/inclusion: A review of the literature. European Journal of Special Needs Education, 17(2), 129–147. https://doi.org/10.1080/08856250210129056

Booth, T., & Ainscow, M. (2011). Index for Inclusion: Developing Learning and Participation in Schools. Centre for Studies on Inclusive Education (CSIE).

Elias, M. J., Zins, J. E., & Weissberg, R. P. (2006). Promoting Social and Emotional Learning: Guidelines for Educators. ASCD.

Friend, M., & Bursuck, W. D. (2018). Including students with special needs: A practical guide for classroom teachers (8th ed.). Boston, MA: Pearson Education.

Groome, T. H. (2011). Christian religious education: Sharing our story and vision. San Francisco, CA: Jossey-Bass.

Gunawan, H. (2012). Pendidikan Karakter: Konsep dan Implementasi. Alfabeta.

Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia. (2009). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusif bagi Peserta Didik yang Memiliki Kelainan dan Memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional.

Koster, M., Pijl, S. J., Nakken, H., & Van Houten, E. (2009). Being part of the peer group: A literature study focusing on the social dimension of inclusion in education. International Journal of Inclusive Education, 13(2), 117–140. https://doi.org/10.1080/13603110701284680

Lembaga Alkitab Indonesia. (2011). Alkitab Terjemahan Baru. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia.

Mandasari, D. (2020). Empati Siswa Reguler , Iklim Sekolah dan Perilaku Perundungan Terhadap Siswa Berkebutuhan Khusus Disekolah Inklusif Sekolah Inklusif adalah sekolah regular. 8(4), 684–695. https://doi.org/10.30872/psikoborneo

Nugroho, D. (2015). Pendidikan Agama dalam Konteks Multikultural dan Inklusif. Jurnal Teologi dan Pendidikan, 8(2), 99–115.

Ojok, P., & Wormnæs, S. (2013). Inclusion of pupils with intellectual disabilities: primary school teachers’ attitudes and willingness in a rural area in Uganda. International Journal of Inclusive Education, 17(9), 1003–1021. https://doi.org/10.1080/13603116.2012.728251

Oktober, V. N. (2024). Educatioanl Journal?: General and Specific Research MERDEKA Andy Saputra Institut Agama Kristen Negeri Toraja , Indonesia. 4(3), 695–704.

Pazmiño, R. W. (2008). Foundational issues in Christian education: An introduction in evangelical perspective (3rd ed.). Grand Rapids, MI: Baker Academic.

Pohan, H. (2018). Sikap Teman Sebaya terhadap Siswa Berkebutuhan Khusus di Sekolah Menengah. Jurnal Ilmiah Pendidikan, 14(3), 211–223.

?ahbaz, Ü., & Ad?güzel, D. Ç. (2022). Determining social acceptance levels of primary students with special needs participating in inclusion practices. E-International Journal of Educational Research, 13(3), 59–77. https://ejournal.upi.edu/index.php/EJR/article/view/42955

Salam, R. (2019). Peran Teman Sebaya dalam Interaksi Sosial Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusif. Jurnal Pendidikan Khusus, 15(1), 33–45.

Schuelka, M. J. (2013). Inclusion in Bhutan: An Analysis of Policy and Practice. International Journal of Inclusive Education, 17(3), 305–321. https://doi.org/10.1080/13603116.2012.728251

Tilaar, H. A. R. (2014). Perubahan Sosial dan Pendidikan. Rineka Cipta.

UNESCO. (2017). A guide for ensuring inclusion and equity in education. Paris: UNESCO Publishing.

UNESCO. (2020). Inclusive Education: Global Monitoring Report. UNESCO.

Yatimah, S. (2021). Nilai-Nilai Kristen dalam Pembelajaran Inklusif. Jurnal PAK, 6(1), 17–30.

Downloads

Published

2025-12-23

Issue

Section

Articles