Ketangguhan dalam Keterbatasan : Penguatan Mental dan Iman bagi Penyandang Tuna Daksa
Keywords:
penguatan mental, penyandang tuna daksaAbstract
Anak penyandang tuna daksa menghadapi tantangan ganda dalam kehidupannya, baik secara fisik maupun psikologis. Keterbatasan fisik sering kali berdampak pada kepercayaan diri, interaksi sosial, dan perasaan keberhargaan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana proses penguatan mental dapat terjadi pada anak penyandang tuna daksa, dengan menelusuri peran lingkungan keluarga, pendidikan, komunitas sosial, dan kehidupan rohani. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap seorang informan anak muda tuna daksa yang mengalami disabilitas sejak bayi akibat kecelakaan, namun mampu bertumbuh secara tangguh dan mandiri hingga jenjang pendidikan tinggi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan mental pada anak penyandang tuna daksa sangat dipengaruhi oleh penerimaan diri yang ditumbuhkan dari dukungan emosional keluarga, penerimaan sosial yang positif dari teman dan lingkungan, serta pengalaman keterlibatan dalam kegiatan rohani seperti pelayanan gereja. Peran guru dalam pendidikan inklusif juga memberikan pengaruh yang kuat, terutama dalam mendorong anak untuk mengembangkan potensi diri dan tidak merasa rendah diri. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya sinergi antara dukungan spiritual, sosial, dan pendidikan sebagai fondasi pembentukan ketangguhan mental pada anak-anak dengan disabilitas fisik.
Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan pendekatan pendidikan dan pelayanan pastoral yang lebih inklusif, khususnya dalam membina anak-anak penyandang disabilitas untuk tetap memiliki harapan, semangat hidup, serta kekuatan mental dalam menghadapi kehidupan.
References
Nurhadi. (2020). Pendidikan Inklusif dan Tantangan Sosial Anak Berkebutuhan Khusus di Daerah 3T. Jurnal Pendidikan Khusus, 8(2), 115–123.
https://doi.org/10.24036/jpk.v8i2.2020
Setiawan, R. (2021). Penerimaan Sosial dan Pengaruhnya terhadap Kesejahteraan Psikologis Penyandang Disabilitas Fisik. Jurnal Psikologi dan Pendidikan, 9(1), 45–53.
https://doi.org/10.1234/jpp.v9i1.2021
Rahmawati, L. (2022). Peran Kegiatan Rohani dalam Membentuk Ketahanan Mental Remaja Disabilitas. Jurnal Konseling Kristen, 4(1), 32–40.
https://doi.org/10.5678/jkk.v4i1.2022
Sari, M. E., & Wulandari, S. (2019). Makna Hidup pada Remaja dengan Disabilitas Fisik: Studi Fenomenologi. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 7(2), 89–96.
https://doi.org/10.21009/jpkkm.072.2019
Kustawan, D. (2017). Pendidikan Inklusif untuk Semua Anak. Jakarta: Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus.
UNICEF Indonesia. (2020). Anak dan Disabilitas: Tantangan dan Strategi Pemenuhan Hak di Indonesia. https://www.unicef.org/indonesia/id
Santrock, J. W. (2011). Life-Span Development (13th ed.). New York: McGraw-Hill Education.
Yani, A. (2018). Dukungan Sosial dan Kesehatan Mental pada Anak Disabilitas di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat, 5(1), 71–80.
Komalasari, K. (2015). Pendidikan Karakter: Konsepsi dan Implementasi. Bandung: PT Refika Aditama.
Kemendikbud. (2021). Panduan Layanan Pendidikan Inklusif di Sekolah Umum. Jakarta: Direktorat Pendidikan Khusus.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Wati Banamtuan, Ririn R. Adu, Runita C. Hekneno, Sance M. Salukh, Seltivemi Boikope, Sriani Radja, Suratni Salle, Surni D. Misa, Yanri Nenosaet, Yulvvita C. Dae Higa, Yulvvita C. Dae Higa, Nofriana Baun

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Descreet is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License



