Peran Guru Sekolah Minggu dalam Membangun Karakter Anak Sekolah Minggu di Era 4.0

Authors

  • Ipiana Sekolah Tinggi Teologi Sangkakala
  • Reni Triposa Sekolah Tinggi teologi Sangkakala
  • Gloria Gabriel Lumingkas Sekolah Tinggi Teologi Sangkakala

DOI:

https://doi.org/10.52960/jd.v1i1.13

Keywords:

Education 4.0, Industry 4.0, Blended learning, Teacher competence, 21st Century skills

Abstract

The Industrial Revolution 4.0 has brought changes in various aspects of human life. Among these is the education system. The question is, what components of education are affected, and how to respond to these implications? This paper aims to explain the changes that must be made in schools so that human resources produced by various educational institutions can compete and contribute globally. Through literature review and content analysis, the discussion shows that current and future curriculum development must complement students' abilities in the academic dimension, life skills, live together, and think critically and creatively. Other invisible skills like interpersonal skills, global-minded citizens, and literacy of the media and information available. The curriculum must also be able to shape students with an emphasis on the field, referring to ICT-based learning, the internet of things, big data and computers, as well as entrepreneurship and internships. The competencies that must be possessed by teachers are educational competence, competence for technological commercialization, competence in globalization, competence in future strategies, and competence counselor. In addition to these competencies, teachers also need to have a friendly attitude with technology, collaboration, be creative and take risks, have a good sense of humor, and teach holistically. Schools and teachers must consider the open learning platform in deciding how to organizing education and learning.

References

Amin, M. (2017). Peran Guru Dalam Menanamkan Nilai Kejujuran Pada Lembaga Pendidikan., 2017, hal. 118-122. Dalam Jurnal Jurnal Studi Manajemen Pendidikan Vol.1, No 01, 2017, Hal. 118-122, 118–122.

Amorisa Wiratri. (2018). “Menilik Arti Keluarga Pada Masayrakat Indonesia”,. Jurnal Kependudukan Indonesia, 13(1), 15.

Amrulloh. (2016). Guru Sebagai Orang Tua Dalam Hadis “Aku Bagi Kalian Laksana Ayah”. Dalam Jurnal Manajemen & Pendidikan Kristen, Volume 2, hal.72.

Andar Gultom. (n.d.). Profesionalie, Standar Kompetensi, dan Pengembangan Profesi Guru PAK,.

Angraini. (2015). Perubahan Paradigma Peran Guru Dalam Pembelajaran Era Digital.

Arifianto, Y. A. (2020a). Pentingnya Pendidikan Kristen dalam Membangun Kerohanian Keluarga di Masa Pandemi Covid-19. Regula Fidei Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 5(2), 94–106.

Arifianto, Y. A. (2020b). Studi Deskriptif 1 Timotius 4:1-16 tentang Pelayan Kristus yang Baik. JURNAL TEOLOGI RAHMAT, 6(1), 66–77.

Asmani, mur J. M. (2013). Buku Panduan Internalisasi Pendidikan Karakter di Sekolah,.

B.S. Sidjabat. (2015). Membangun Pribadi Unggul-Suatu Pendekatan Teologis terhadap Pendidikan Karakter,.

Browning, W. R. F. (2010). Kamus Alkitab. BPK Gunung Mulia.

GP, H. (2016). Pendidikan Agama Kristen dalam Alkitab & Dunia Pendidikan Masa Kini. Andi Offset.

Gulo Dali. (1982). Kamus Psikologi,.

Gunarsa, S. D. (2008). Psikologi Praktis Anak, Remaja dan Keluarga,.

Homrighausen, E. G. dan I. H. E. (1985). Pendidikan Agama Kristen. In Pendidikan Agama Kristen (p. hal. 180-181).

Industri, R. (2019). Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar di Era Revolusi Industri 4.0 | Tarbiyatuna?: Kajian Pendidikan Islam. TARBIYATUNA: Kajian Pendidikan Islam, 3(1), 41–58.

Intarti, E. R. (2018). PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN SEBAGAI MOTIVATOR. Regula Fidei, 1(2), 260–272. https://doi.org/10.33541/regula fidei.v1i2.626

Ismail, Andar, S. M. (2011). Selamat Menabur 33 Renungan tentang Didik-Mendidik,.

Junaid, R., & Baharuddin, M. R. (2020). Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru melalui PKM Lesson Study. To Maega?: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 122. https://doi.org/10.35914/tomaega.v3i2.413

Kezia Yemima dan Sarah Stefani. (2019). Khotbah Eksposisi Narasi Yang Kreatif Dan Kontekstual Bagi Anak-Anak Generasi Z Usia 5-6 Tahun,. (Jurnal Gamaliel?:Teologi Praktika), Vol 1, NO, hlm 5.

Lase, D. (2016). Jurnal sundermann. Journal Sunderman, 1(1), 28–43.

Lefever, M. D. (2015). Learning Styles. Gandum Mas.

Lois E. Lebar. (2006). Educational That Is Christian: Proses Belajar Mengajar Kristiani & Kurikulum Yang Alkitabiah. Gandum Mas.

Manizar, Elly. (2015). Guru Sebagai Motivator Dalam PeranBelajar. Dalam Jurnal Tadrib, Vol. 1, No, hal. 173.

Muchdarsya Sinungan. (1987). Produktifitas Apa dan Bagaimana.

Mulyana A.Z, R. (2010). Menjadi Guru Hebat Motivasi Diri Menjadi Guru Luar biasa,.

No Title. (n.d.). Model Pengajaran Kejujuran Menggunakan Teknologi Informasi Dan Komunikasi (TIK) Di Pondok Pesantren Al-Azhaar Lubuklinggau. Dalam Epistemé, Vol. 11, No. 2, Desember 2016, Hal. 341.

Nur Hidayat dan Adi Atmoko. (2013). Sosial Budaya dan Psikologis Pendidikan: Terapannya di Kelas.

Pratiningsih, D. (2017). Ektivitas Kerjasama Guru Dan Orang Tua dalam Mendukung Pembelajaran Baca Al-Quran Anak Di SD IT Nurul Ishlah Banda Aceh. Dalam Jurnal Ilmiah Didaktika, Februari 2017, Hal. 179, hal. 179.

Purwoto, P., Budiyana, H., & Arifianto, Y. A. (2020). Landasan Teologis Pendidikan Kristen dalam Perjanjian Baru dan Relevansinya bagi Pendidikan Kristen Masa Kini. DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 3(1), 34–48.

riwibowo Prijosaksono dan HM Roy Sember. (2002). Control Your Life, Aplikasi Manajemen Diri dalam Kehidupan Sehari-hari,.

Rochmah, E. Y. (2016). Mengembangkan Karakter Tanggung Jawab Pada Pembelajar. . . Dalam Jurnal Al Murabbi, Volume 3, 37.

Santoso, S. I. (1979). Pembinaan Watak Tugas Utama Pendidikan.

Setiawan, W. (2017). Era Digital dan Tantangannya, Universitas Pendidikan Indonesia: Seminar Nasional Pendidikan,. Seminar Nasional Pendidikan, hal. 5.

Setiyowati, E. P., & Arifianto, Y. A. (2020). Hubungan Kompetensi Pedagogik Guru dan Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan. SIKIP Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 1(2), 78–95.

Subekt, H., Taufiq, M., Susilo, H., Ibrohim, I., & Suwono, H. (2017). Mengembangkan Literasi Informasi Melalui Belajar Berbasis Kehidupan Terintegrasi Stem Untuk Menyiapkan Calon Guru Sains Dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0: Revieu Literatur. Education and Human Development Journal, 3(1), 81–90. https://doi.org/10.33086/ehdj.v3i1.90

Sutanto, H. (2004). Perjanjian Baru Interlinear Yunani-Indonesia dan Konkordansi Perjanjian Baru II.

Tung, K. Y. (2016). Terpanggil Menjadi Pendidik Kristen Yang Berhati Gembala. Andi Offset.

W.R.F. (2007). Kamus Alkitab, (Jakarta:

Waruwu, M., Arifianto, Y. A., & Suseno, A. (2020). Peran Pendidikan Etika Kristen dalam Media Sosial di Era Disrupsi. JUPAK: Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 1(1), 38–46.

Wijanarko, J. (n.d.). Mendidik Anak Nilai Hidup Integritas Karakter. (Jakarta: Suara Pemulihan, 2008), hal. 45.

Wursanto. (1987). Manajemen Kepegawaian.

Downloads

Published

2021-06-04

Issue

Section

Articles